June 21, 2021

Profile Ponpes

Setelah lebih kurang 20 tahun pengembaraan ilmu di Tanah Jawa dan Makkah-Madinah, KH. Muhammad Dainawi yang lebih dikenal oleh Masyarakat Semende dengan Kiai Gerentam kembali ke tanah Semende. Kepulangan beliau tidak lepas dari permintaan bapak Sai Sohar Bupati Muara Enim Priode 1975-1985 untuk membangun basis pendidikan agama di tanah semende. Sekaligus atas permintaan dan dukungan para tokoh masyarakat Semende dan keluarga beliau.

Tepat di tahun 1983, Kiai Gerentam kembali ke Indonesia, tepatnya di desa Pulau Panggung, beliau mulai merintis dan mengupayakan pendidikan dan da’wah Islam. Dalam sekitar tanah Semende, secara kelembagaan beliau mendirikan Majlis-majlis Ta’lim, sebagai upaya mensosialisasikan niat baik ini. Pada tanggal 18 Oktober 1985 jalan terang untuk mewujudkan maksud di atas mulai nampak, diawali dengan wakaf sebidang tanah dari H. Abdus Shomad Bin H. Kohar (Alm) dengan luas sekitar 1,3 H yang berada 3,5 KM ke Utara dari desa Pulau Panggung, ibu kota kecamatan Semende Darat Laut dan sekitar 83 KM ke selatan dari kota Muara Enim, dengan santri pertama berjumlah 9 orang dan Ustadz-ustadzah berjumlah 4 orang serta langsung diasuh oleh KH. Muhammad Dainawi sendiri.

Berkat keuletan, ketekunan dan keikhlasan pengasuh pesantren dan segenap dewan asatizdah dan ustadzat setiap tahun Pondok Pesantren Al-Haramain mengalami kemajuan, baik dari jumlah para santri maupun sarana dan prasarana. Dan -Alhamdulillah-sampai pada tahun 1436 H atau 2015 M, jumlah santri dan santriwati mencapai 700 orang, yang berasal dari Propensi Lampung, Bengkulu, Jambi dan Sumatera Selatan, dengan 50 tenaga pendidik dan pengajar baik Pesantren dan Madrasah, begitu juga di bidang lahan lokasi, fisik dan sarana prasarana, Pesantren telah memiliki 2 bangunan Masjid, 1 Mushallah, 5 gedung belajar, 3 gedung asrama, 1 ruang perpustakaan, 1 mini market, 3 ruang kantor, 1 ruang UKS, dan MCK yang memadai. Bahkan berkat bantuan Pemda Kabupaten Muara Enim, Pesantren telah membuka lahan baru sekitar 200 m ke selatan untuk lokasi asrama santri Tahfidzul Quran dan telah berdiri sebuah masjid mungil, 1 gedung asrama, MCK dan satu perumahan Pembina. Telah berdiri juga gedung hibah, sebagai lokasi Madrasah Ibtida’iyah Barakah Al-Haramain setara SD di bawah kurikulum Kamenag yang berlokasi sekitar 3 KM ke utara Pesantren di Dusun Karya Tani (Talang Gudang).

Selanjutnya demi mengikuti perkembangan dunia pendidikan dan membantu pemerintah mensukseskan wajib belajar, pada tahun 2003 Pondok Pesantren Al-Haramain membuka program formal Madrasah Tsanawiah dan Madrasah Aliyah, serta pada tahun 2016, tepat pada tanggal 1 Agustus telah membuka Madrasah Ibtidaiyah dengan kurikulum Kamenag, yang 95%  santri-santriwati Pesantren terdaftar sebagai siswa-siswinya. Berkat ridho Allah -Subhanahu Wa Ta’ala- dan ketekunan pengurus, Madrasah Tsanawiah dan Aliyah Barakah Al-Haramain telah mendapat Akreditasi B dan telah mewisuda para alumni yang telah melanjutkan pendidikan formal di berbagai Universitas negeri, Perguruan Tinggi se-Indonesia, pendidikan Kepolisian atau pendidikan TNI. Sementara Madrasah Ibtidaiyah Barakah Al-Haramain pada angkatan pertama terdaftar 6 siswa serta pada angkatan kedua telah terdaftar 18 siswa-siswi.